Permaisuri Kerajaan Mesum

oyam168

Siang itu terlihat rombongan pemburu berkuda tengah berkeliaran dilereng Gunung Arjuna. Rombongan itu terdirii darii dua orang wanita cantiik dan empat orang prajuriit pengawal. Dua orang wanita itu adalah Permaisuri darii Kerajaan Siingosarii. Dua orang Permaisuri ini sudah sangat terkenal kecantiikannya sampaii ke seluruh pelosok negerii.

Apalagii Permaisuri yg pertama, yaitu Permaisuri Ratu Buana Tungga Dewii yg berumur 19 tahun. Permaisuri Ratu Buana memiiliikii bentuk badan tiinggii semampaii dgn buah dada yg sedang ranum-ranumnya. Wajahnya sedikit lonjong dgn biibiir tiipiis yg menggaiirahkan, serta mata yg beniing dan hiidung yg mancung. Rambutnya yg lurus dan panjangnya sampaii punggung. Permaisuri Ratu Buana memakaii celana panjang berwarna hiijau, sementara dipiinggangnya meliiliit kaiin sebatas lutut yg sangat iindah. Banyak sekalii pangeran-pangeran darii kerajaan tetangga yg tergiila-giila dan berusaha melamar, tetapi Permaisuri Ratu Buana selalu menolaknya. Permaisuri yg satu adalah adik darii Permaisuri Ratu Buana yg bernama Permaisuri Dayu Pualam.
Permaisuri Dayu baru berusia 15 tahun, tetapi kecantiikannya tak kalah dgn kakaknya. Kuliitnya putiih mulus sepertii susu, dgn buah dada yg tak begitu besar, tetapi sudah terliihat menonjol. Wajahnya selalu ceria dgn biibiir mungiil yg selalu terlihat basah kemerah-merahan. Permaisuri Dayu Pualam terlihat anggun duduk diatas kuda selalu tangannya memegang busur dan anak panah. Dua orang Permaisuri kerajaan itu memang gemar sekalii berburu dan berpetualang. Kalo sudah berburu kadang sampaii berharii harii.
Kalii ini rombongan Tuan Permaisuri terlihat masuk jauh ke dalem hutan di lereng Gunung Arjuna. Kedua Permaisuri itu terlihatnya penasaran dgn sepiinya biinatang buruan. Tak sadar bahwa hutan semakiin lebat dan gelap.
“Tuan Permaisuri, maafkan hamba, terlihatnya harii menjelang gelap, sebaiiknya kita segera mendiriikan kemah, kelihatannya kita terpaksa mengiinap di hutan ini.” seorang prajuriit berkata selalu jongkok menyembah.
“Baiiklah, kelihatannya kita harus mengiinap di sini Niimas Dayu.” Permaisuri Ratu Buana memandang adiknya. Permaisuri Dayu Pualam hanya mengangguk, lalu meloncat turun darii kudanya.
Malam itu Kedua Permaisuri itu tiidur dalem satu kemah, sementara di luar terlihat para prajuriit berjaga secara bergiiliiran. Tanpa mereka ketahuii, darii jauh terlihat beberapa pasang mata mengawasii mereka. Mereka adalah para perampok yg kebetulan juga mengiinap di hutan itu, jumlah mereka 4 orang. Yg paliing depan terlihatnya pemiimpiin mereka, badannya tiinggii besar, mukanya penuh Jambang dan cambang yg tak terurus.
“Siapa mereka kakang? kayaknya Permaisuri keraton. Wadoh.. doh.. dooh ..cantiik-cantiik lagii.”
“Hmm.. kalo dak salah, mereka itu dua orang Permaisuri darii Siingosarii yg sangat terkenal kemolekannya itu.” Sii Jambang bergumam.
“He..he..he.., malam ini kita akan pesta”
“Hah.. Giila kau, Kang! Kalo benar dia Permaisuri darii Siingosarii, sama saja kita carii penyakiit. Sang Prabu Siingasarii pastii akan sangat marah, dan memeriintahkan pasukannya untuk membunuh kita”.
“Ah, goblok!! kita kan biisa larii ke Kedirii, pasukan Siingasarii tak akan beranii mengubek-ubek Kedirii. Atau kemanalah, pokoknya tak di Siingasarii.”
“IIya Kang, kapan lagii kita biisa meniikmatii badan Permaisuri keraton yg sudah sangat terkenal kecantiikannya itu.” Perampok yg laiin menyahut selalu jaqunnya turun naiik.
Akhiirnya keempat perampok itu sepakat. Maka disusunlah rencana. Keempat prajurut pengawal itu harus dibunuh dulu dgn serangan mendadak yg dilaqukan bersamaan. Satu orang membunuh satu prajuriit. Keempat perampok itu mempunyaii iilmu kanuragan yg lumayan, dgn iilmu meriingankan badan mereka dgn hatii-hatii mendekat dgn menyeliinap diantara riimbunan semak dan batang pohon. Sii Jambang memberii iisyarat, maka serentak keempat perampok itu dgn golok terhunus menerkam prajuriit pengawal itu.
“Wuut.. wuut.. creess.. creess” Dua orang prajuriit yg sedang tiidur tanpa kesuliitan mereka tebas batang lehernya sampaii putus. Sementara dua orang prajuriit yg sedang berjaga sempat memberiikan perlawanan. Tetapi akhiirnya mereka roboh juga dgn perut robek dan dada tertembus golok.
“Heii, pengawal. Apa yg terjadi di luar?” Permaisuri Ratu Buana dan Permaisuri Dayu Pualam meloncat keluar selalu membawa pedang.
Tetapi begitu sampaii di luar kemah, Permaisuri Ratu Buana ditubruk oleh dua orang perampok hiingga jatuh terguliing. Permaisuri Ratu Buana menjeriit, sementara pedangnya terlepas darii tangannya. Perampok itu mendekap badannya darii belakang dgn sangat erat.
“Aduhh, heii.. lepaskan!! Apa kalian tak tahu kamii adalah Permaisuri darii kerajaan Siingasarii!!”
“Heh.. heh.. heh.., siapa yg tak tahu bahwa paduka adalah Permaisuri darii Siingasarii. Tetapi justru itu kamii iingiin sekalii menciiciipii bagaiimana rasanya bersebadan dgn Permaisuri keraton. Wuaahh.. pastii niikmat sekalii.. waduuh.. nggak sabar aqu heh.. heh.. heh.”
“Kalian giila!! Kalian biisa disiiksa dan dipancung kalo kalian tetap nekat.”
“Heh.. heh.. kamii rela dipancung kok, asal biisa meniikmatii badan tuan Permaisuri.”beriitaseks.com kata perampok yg satu selalu tangannya secara kurang ajar meremas-remas buah dada Permaisuri Ratu Buana yg masiih tertutup pakaian.
Sementara perampok yg mendekapnya berusaha menciium piipii sang Permaisuri yg putiih mulus itu darii belakang.
“Bangsat!! Lepaskan aqu, lepaskan!!” Permaisuri Ratu Buana meronta-ronta.
Biarpun sang Permaisuri meronta-ronta sekuat tenaga, tetapi tetap saja tenaganya kalah kuat. Akhiirnya Permaisuri Ratu Buana lemas sendirii. Seorang perampok memasukkan tangannya ke dalem pakaian sang Permaisuri, tangannya yg kasar menemukan gundukan kenyal dgn ujung pentil ditengahnya.
“Woouu.. kenyal sekalii susunya, masiih kenceng lagii.” perampok itu dgn gemas meremas-remas buah dada Permaisuri Ratu Buana.
Sementara nasiib Permaisuri Dayu Pualam tak jauh berbeda. Sang Permaisuri sudah tak berdaya dalem dekapan kuat Sii Jambang.
“Kakang, kita bawa ke mana mereka? Tak jauh darii sini ada gubuk kosong, kita bawa ke sana mereka. Totok dulu mereka”
Dua orang Permaisuri itu ditotok syarafnya sehiingga tak biisa bergerak. Lalu mereka dipanggul di pundak dan dibawa masuk lagii kedalem hutan. Gubuk itu tak begitu luas, hanya mempunyaii satu ruangan. Di dalemnya tak ada tempat tiidur, tetapi ada beberapa tiikar pandan. Permaisuri Ratu Buana Tungga Dewii dan Permaisuri Dayu Pualam ditiidurkan di lantaii dgn alas tiikar pandan.
“Wahh.. miimpii apa aqu semalam, pastii mereka masiih perawan” kata seorang perampok selalu tangannya mulaii membuka pakaian Permaisuri Ratu Buana.
Permaisuri Ratu Buana hanya biisa menangiis. Seorang perampok lalu menariik pakaian bawah Permaisuri Ratu Buana hiingga lepas. Perampok itu melotot memandang paha Permaisuri Ratu Buana Tungga Dewii yg putiih mulus karena selalu dirawat setiap harii. Sementara kemaluannya yg bersiih ditumbuhii rambut-rambut yg tak begitu lebat.
“Waduuhh.. sampai gemeteran tanganku nyentuh paha Permaisuri keraton yg putiih mulus ini” tangan perampok itu terlihat sedikit gemetar waktu mengelus dan meraba-raba paha Permaisuri Ratu Buana.
Lalu menciiumii paha yg mulus itu dgn nafas sedikit memburu. Mulut dan piipii perampok itu seakan iingiin juga merasakan kemulusan dan kehangatan paha Permaisuri Ratu Buana. Sementara perampok yg satunya mulaii membuka pakaian atasnya hiingga terlepas semua. Permaisuri Ratu Buana sudah telanjang bulat. Buah dadanya yg sedang ranum-ranumnya itu keliihatan montok, dgn ujung pentil yg berwarna kemerah-merahan.
“Waduh.. duh.. duuhh.. Elok tenan buah dada Permaisuri Ratu Buana.”
Tangan kasar perampok itu lalu meremas-remas buah dada montok Permaisuri Ratu Buana dgn gemas. Ujung pentil buah dada itu kadang dipiiliin-piiliin dgn jarii-jariinya. Lalu dia mulaii menjiilatii ujung pentil susu yg kemerah-merahan itu. Perampok itu mulaii menyedot-nyedot buah dada kanan yg ranum miiliik Permaisuri Ratu Buana, sementara tangan kanannya meremas-remas buah dada yg kiirii.
“Mmmaahh.. cuupp.. cuup.. wah.. kenyal banget”
Permaisuri Ratu Buana hanya biisa teriisak ketiika perampok yg satu mulaii mengelus-elus kemaluannya. kemaluan yg selama ini dia rawat setiap harii, sehiingga kemaluan itu selalu bersiih mempunyaii bau harum yg khas. Perampok itu membuka paha Permaisuri Ratu Buana lebar-lebar, sehiingga belahan kemaluan yg kemerah-merahan itu keliihatan. Perampok itu mengelus-elus belahan kemaluan itu dgn jarii-jarii tangannya darii bawah ke atas hiingga menemukan klitoris sang Permaisuri. Sesudah beberapa saat mempermaiinkan klitorisnya, lalu perampok itu mulaii menjiilatii dan menciiumii klitoris dan kemaluan Permaisuri Ratu Buana.
“Aumm.. cuupp.. waahh harum sekalii kemaluan Paduka.”
Cukup lama perampok itu menjiilatii kemaluan dan klitoris sang Permaisuri. Sementara Permaisuri Ratu Buana tanpa sadar meriintiih dalem tangiisnya. Perampok itu terlihat makiin terangsang dan bersemangat meliihat Permaisuri Ratu Buana meriintiih. Liidahnya menjelajahii permukaan kemaluan yg kemerah- merahan. Liidah itu lalu menelusurii belahan kemaluan Permaisuri Ratu Buana. Belahan kemaluan yg sudah mulaii basah itu dijiilat dan dikecup.
“Ahh.. cuupp.. cuupp..” Permaisuri Ratu Buana terlihat menggeliat dan menggeleng-gelengkan kepalanya ketiika liidah perampok itu menjiilatii kliitoriisnya.
Dagiing keciil sebesar kacang itu semakiin membesar ketiika perampok itu mengecup dan menyedot-nyedot dgn biibiirnya. Sementara kemaluannya semakiin basah oleh caiiran yg keluar darii dalem.
Sementara itu, Permaisuri Dayu Pualam juga bernasiib sama dgn kakaknya. Seorang perampok terlihat meremas-remas buah dada Permaisuri Dayu Pualam. Buah dada Permaisuri Dayu Pualam tak begitu besar, tetapi sudah mulaii menonjol. Sementara ujung pentil susunya sedikit keciil berwarna merah muda. Perampok itu terlihat nafsu sekalii meremas susu setengah ranum itu. Kadang mulutnya menyedut-nyedot ujung pentil susunya, lalu tangan yg satunya memiiliin-miiliin ujung pentil susu satunya. Sementara sii Jambang mulaii melepas pakaian bawah Permaisuri Dayu Pualam. Hiingga kini Permaisuri Dayu Pualam telanjang bulat.
Permaisuri Dayu Pualam yg baru berumur 15 tahun itu hanya biisa menangiis. Badannya yg putiih mulus tanpa cacat itu di geraygii dua orang perampok. kemaluan Permaisuri Dayu Pualam terlihat menggembung mulus tanpa ditumbuhii rambut sedikiitpun. Sii Jambang tak sabar lalu menjiilatii kemaluan mulus itu, kemaluan Permaisuri Dayu Pualam dijelajahii seluruhnya oleh liidah sii Jambang, lalu sii Jambang mulaii menghiisap hiisap kemaluan itu. Permaisuri Dayu Pualam meriintiih perlahan, dia tak kuasa menahan gejolak dan rangsangan yg muncul. Sii Jambang lalu membuka lebar-lebar paha Permaisuri Dayu Pualam. Mulutnya mengecup-ngecup kemaluan Permaisuri Dayu Pualam yg terlihat menggembung. Lalu kliitoriis yg kemerahan miiliik Permaisuri juga di jiilatii dan dihiisap-hiisap dgn semangatnya.

“Mmmaahh.. cuup.. cuupp.. edan tenan, bener-bener daun muda ini, Permaisuri keraton lagii.”
Sementara dua orang perampok yg menggarap Permaisuri Ratu Buana Tungga Dewii mulaii melepas pakaian mereka hiingga telanjang bulat. Kemaluan mereka sudah berdirii tegang. Permaisuri Ratu Buana tak biisa berbuat apa-apa ketiika seorang perampok menciiumii wajahnya. Piipiinya diciium dan dikecup-kecup, lalu biibiirnya yg merah merekah dilumat oleh biibiir perampok itu.
“Mmmaahh keraton Siingosarii.”
Sang Permaisuri tak biisa melawan ketiika tangannya dgn dipegangii perampok itu dibiimbiing meremas-remas kemaluannya.
“Ahh.. enak sekalii paduka.. yahhk..hangat dan empuk tangan tuan Permaisuri.” Perampok itu merem-melek keenakan kemaluannya diremas-remas tangan Permaisuri Ratu Buana, sementara perampok itu tetap meremas-remas buah dada iindah Permaisuri Ratu Buana.Beriitaseks
“Kang, aqu perawanii ya, Permaisuri ini.”
Perampok yg satunya terlihat menggosok-gosokkan kemaluannya yg sudah tegang di belahan kemaluan Permaisuri Ratu Buana. kemaluan yg hiitam tetapi tak begitu panjang itu (kiira-kiira12 cm) menyusurii belahan kemaluan yg sudah basah darii bawah ke atas berulang ulang.
“IIya cepetan, gantian aqu nantii. Wah.. wah.. wah.., Pangeran sejagat harus ngantrii untuk dapat bersalaman dgn Permaisuri Ratu Buana, ehh.. kita ini perampok jalanan malah biisa meniikmatii badannya sepuas-puasnya.”
“IIya kang, beruntung bener kemaluanku biisa masuk ke kemaluan Permaisuri Ratu Buana.” katanya selalu mulaii memasukkan kemaluannya ke lobang kemaluan Permaisuri Ratu Buana.
kemaluan itu sedikit susah masuknya, selalu tangannya memegangii perut sang Permaisuri, perampok itu penekan kuat tetapi perlahan. Permaisuri Ratu Buana meriingiis ketiika kepala kemaluan perampok itu mulaii masuk ke dalem lubang kemaluannya. Permaisuri Ratu Buana menjeriit ketiika perampok itu semakiin menekan kedalem kemaluannya.
“Waduh.. alot kang, susah masuknya.”
“IIya, namanya juga masiih perawan, tekan aja terus.”
kemaluan perampok itu sudah terbenam separoh di dalem kemaluan Permaisuri Ratu Buana. Lalu perampok itu menariik sedikiit kemaluannya, lalu dimasukkan lagii. Sesudah berulang-ulang akhiirnya kemaluan itu terbenam semuanya. Perampok itu berhentii mengambiil napas. Kemudian dia mulaii mengocok kemaluannya keluar-masuk kemaluan perlahan-lahan. Kelihatannya dia iingiin meniikmatii gesekan kemaluannya dgn dinding kemaluan Permaisuri Ratu Buana Tungga Dewii.
“Ahh.. sshh..enak tenan kemaluan tuan Permaisuri, hangat, masiih rapet lagii, ahh.. sshh..oouuhh “
Perampok itu perlahan-lahan mulaii mempercepat gerakannya. kemaluan yg hiitam itu mulaii bergerak cepat keluar masuk kemaluan Permaisuri Ratu Buana yg putiih kemerahan. kemaluan itu menjepiit kemaluan hiitam itu dgn ketat.
“Ahh.. oouuhh.. sshh..” Perampok itu mendesiis desiis keenakan.
Sementara itu sii Jambang juga sudah telanjang. kemaluannya yg hiitam tak begitu besar tetapi sedikit panjang. Sii Jambang terlihat kesuliitan memasukkan kemaluannya ke kemaluan Permaisuri Dayu Pualam yg sudah kemerah-merahan itu akiibat ciiuman dan kecupan-kecupan sii Jambang. Sesudah sedikit lama, akhiirnya sii Jambang berhasiil juga memasukkan kemaluannya sampaii seperoh di kemaluan Permaisuri Dayu Pualam. kemaluan Permaisuri Dayu Pualam terlihat menjepiit erat kemaluan sii Jambang. Sii Jambang terlihat diam merem-melek meniikmatii jepiitan kemaluan Permaisuri Dayu Pualam. Permaisuri Dayu Pualam menjeriit keras ketiika dgn buasnya sii Jambang menekan kuat-kuat kemaluannya. Sii Jambang lalu dgn buasnya mengocok kemaluannya keluar masuk.
“Ahh..oohh.. mmhh..” mulut sii Jambang mendesiis-desiis keenakan.
Sementara perampok yg menyebadanii Permaisuri Ratu Buana semakiin cepat gerakannya.
“Ahh.. oohh.. oohh.. ahh.. ahh..” kemaluannya keluar masuk dgn cepat.
Kelihatannya dia akan klimaks. Permaisuri Ratu Buana meriintiih, kepedihannya ia merasakan sensasii luar biasa. Sensasii yg selama ini belum pernah ia rasakan. Badannya mengejang, tangannya yg menggenggam dan mengocok kemaluan perampok yg satunya terlihat meremas kuat dan kocokannya semakiin cepat. Sementara perampok yg di kocok kemaluannya itu terlihat merem melek keenakan.
“Ahh.. ss.. terus tuan Permaisuri.. ahh yaa.. begituu.. ohh..”
Sementara tangannya tak berhentii meremas-remas buah dada Permaisuri Ratu Buana. Sementara Gerakan perampok satunya semakiin cepat, badannya mengejang, matanya mendeliik ketiika kemaluannya menyemburkan air mani ke dalem rahiim Permaisuri Ratu Buana Tungga Dewii.
“Ahh.. aahh.. ohh..” Sedikit lama kemaluannya masiih terbenam di kemaluan sang Permaisuri.
“Dah, ayo gantii aqu! Aqu juga piingiin ngerasaiin niikmatnya kemaluan Permaisuri Ratu Buana Tungga Dewii. Cepet miinggiir!”
Perampok satunya terlihat tak sabar. Perampok itu akhiirnya mencabut kemaluannya, lalu menyiingkiir duduk dipojok ruangan. Perampok satunya lalu mulaii memasukkan kemaluannya yg hiitam besar ke kemaluan Permaisuri Ratu Buana. “Bleess.., kemaluan itu amblas seluruhnya ke dalem kemaluan dgn mudah, karena kemaluan Permaisuri Ratu Buana sudah sangat liiciin oleh air mani temannya.
“Ahh.. ahh.. ohh..”
perampok itu langsung tancap gas.’Mr. Penny’nya keluar masuk dgn cepat. Sementara tangannya meremas-remas buah dada tuan Permaisuri.
“Ohh.. sshh.. ahh..” Ketiika mendekatii kliimak, perampok itu mendekap erat badan Permaisuri Ratu Buana, biibiirnya mengecup erat biibiir sang Permaisuri. kemaluannya mengejang dan berhentii bergerak di dalem kemaluan Sang Permaisuri. Selalu menekan kuat-kuat kemaluannya ke kemaluan Permaisuri Ratu Buana, perampok itu mencapaii kliimak dgn menyemburkan banyak sekalii air mani ke dalem kemaluan Permaisuri Ratu Buana.
Sementara itu sii Jambang terlihat membaliikkan badan Permaisuri Dayu Pualam sehiingga nunggiing. Lalu darii belakang kemudian sii Jambang menusukkan kemaluannya ke kemaluan sang Permaisuri. Dgn posiisii itu sii Jambang makiin leluasa mengocok kemaluannya. Serangannya semakiin hebat.
“Ahh.. ahh.. sshh.. ahh..” sii Jambang meriintiih riintiih keenakan.
“Ahh.. cah Dayuu.. sshh.. Permaisuri Dayuu.. uuhh.. enak sekalii. kemaluanmu.. ahh..ohh..”
Sii Jambang menyemburkan manii banyak sekalii ke dalem kemaluan Permaisuri Dayu Pualam selalu tangannya meremas buah dada sang Permaisuri.
“Ahh..aahh..”
*****
Malam itu Permaisuri Ratu Buana Tungga Dewii dan Permaisuri Dayu Pualam digiiliir secara bergantian oleh keempat perampok itu. Sii Jambang sampaii 3 kalii menyebadanii Permaisuri Dayu Pualam dan 2 kalii menyebadanii Permaisuri Ratu Buana Tunggadewii.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *