NEXT High Class Hostes (Tamat)

oyam178

Sesuaii iinformasii Om Lok, clientku selanjutnya akan datang sekiitar pukul 7 malam, berartii tiinggal kurang darii satu jam untuk mempersiiapkan dirii, sebenarnya tak ada persiiapan khusus yg harus aqu laqukan, tetapi sesudah bermaiin beberapa babak dgn Koh Frans, rasanya aqu perlu iistiirahat lebiih lama untuk mengembaliikan stamiinaqu, Om Lok hanya berpesan untuk memperlaqukan clientku ini sedikit iistiimewa kerana dia seorang pejabat darii kalangan militer, seorang ajudan sang pangliima. Dia tak memberiitahuku, Cuma dia mengiingatkanku berkalii kalii untuk menjaga rahasiia ini rapat rapat kalo tak iingiin mendapat masalah.

Sepertii umumnya seorang militer dgn disiipliin tiinggii, liima meniit sebelom pukul 7 malam beliiau sudah ada di kamarku, aqu tak mengenalnya, orangnya lebiih pendek darii aqu, berkuliit gelap dan berkepala botak, mungkiin sudah menjadi suratan nasiibku bahwa harii ini aqu harus melayanii para client yg umurnya sebaya papaqu di kiisaran 50 tahun.
Kupanggiil beliiau Pak Sam, meskiipun wajahnya tampak galak, tetapi siikapnya sungguh sopan dan menyenangkan, banyak joke joke yg dia beriikan, ini membuat suasana sangat akrab sepertii aqu sudah lama mengenalnya. Kutemanii dia ngobrol di sofa, kita duduk bersebelahan dan saliing berhadapan. Sesuaii permiintaannya, aqu hanya mengenakan pakaiian tiidur sutra semii transparan berwarna putiih, sehiingga seluruh lekuk sexy badanku yg rampiing terlihat darii baliik pakaiian tiidur sutraqu. Bra Biiru yg aqu pakaii sejak tadi pagii untuk kesekiian kaliinya kembalii menghiias badanku. Aqu salut sama Pak Sam, Selama kita berbiicara tak kutangkap kerliing nakal di matanya menatap badan terutama buah dadaqu, membuat aqu makiin terpesona akan khariismanya. Lebiih darii liima belas meniit kita berdua, tak terjadi apa apa, bahkan menyentuhkupun tak apalagii menciium, aqu jadi biingung bagaiimana harus memulaii, darii dua clientku terdahulu biasanya mereka yg mengambiil inisiiatiif, tetapi kalii ini laiin, terlalu sopan sehiingga membuat aqu jadi salah tiingkah, aqu sadar mestiinya aqulah yg harus memulaiinya, tetapi masiih ada rasa malu untuk memulaiinya.
Berkalii kalii aqu pura pura menyenggolkan buah dadaqu ke lengannya, tetapi tak mendapat respon yg aqu harapkan, bahkan sewaktu aqu sengaja membungkuk didepannya sewaktu memberiikan miinuman, aqu yakiin dia bisa meliihat buah dadaqu dgn jelas, tetapi tak ada tanda tanda untuk memulaiinya. Akhiirnya kuberaniikan dirii untuk memulaiinya, secara demonstratiif kulepas bra-ku didepannya, tentu saja ujung pentilku membayg dibaliik baju tiidurku, dia hanya memandang dgn sorot mata kagum tak lebiih darii iitu, kuberaniikan untuk duduk di pangkuannya sembari menempelkan buah dadaqu di pundaknya, masiih tak ada respon yg berartii. Aqu bertiindak lebiih jauh lagii, kupeluk kepalanya dan kuciium piipii dan biibiirnya, barulah dia merespon dgn membalas ciiuman biibiirku, tangannya sudah mulaii mengelus pahaqu, terus ke atas ke punggungku, aqu tak mau kehiilangan momen, kupermaiinkan liidahku dibiibiirnya, tangannya sudah mulaii menjelajah di sekiitar dadaqu, dielusnya buah dadaqu lalu dia meremas remas riingan.
Aqu berdirii di depannya, kulepas celana dalamku, aqu yakiin dia sudah biisa meniikmatii badan telanjangku darii baliik baju tiidurku, kutariik Pak Sam berdirii, kutuntun menuju ranjang, sebelom sampaii di ranjang, tiiba tiiba Pak Sam membopong badanku dan merebahkan di ranjang. Dgn sedikit tergesa Pak Sam melepas baju dan celananya, tiinggal celana dalam yg menempel di badannya, sepertiinya dia sudah menahan nafsu darii tadi. Aqu kaget meliihat postur badannya yg begiitu padat atletiis, tak terlihat tiimbunan lemak di baliik kuliitnya, Pak Sam langsung berlutut di antara kakiiku, aqu kiira dia akan langsung memasukkan kejantanannya, ternyata aqu salah, dia mengusap usap rambut pubiic-ku, kubuka lebar kakiiku, aqu memejamkan mata bersiiap meniikmatii sensasii beriikutnya, tiiba tiiba kurasakan jiilatan di kemaluanqu, kubuka mataqu, kuliihat kepala Pak Sam sedang berada di antara kakiiku hiingga terlihat botaknya. Liidah Pak Sam terasa menarii narii di kliitoriis dan biibiir kemaluanqu, sungguh niikmat jiilatan Pak Sam, tanpa kusadarii aqu mulaii mendesiis merasakan niikmatnya pelayanan Pak Sam, kakiiku kubuka makiin lebar, kutekuk lututku, hiingga jarii jariinnya menyentuh teliinga Pak Sam, jiilatan dan permaiinan mulut Pak Sam semakiin lama semakiin niikmat kurasakan, aqu sudah tak bisa mengontrol gerakan kakiiku yg kini sudah berada di kepala botak Pak Sam, tak pernah terbayg dalam hiidupku kalo aqu bisa “mengiinjak” kepala seorang jendral yg selama ini dihormatii anak buahnya, dalam keadaan berdua dan posiisii sepertii ini siiapa pedulii antara jendral maupun pelacur sepertii aqu ini.
Pak Sam memasukkan jariinya ke kemaluanqu, lalu dua jarii, belom pernah aqu merasakan kocokan dua jarii di kemaluan, ini pengalaman pertamaqu, ternyata niikmat juga apalagii sewaktu liidahnya mempermaiinkan kliitoriis, aqu semakiin menggeliinjang, kakiiku semakiin tak teratur menjamah kepala botak Pak Sam, kujepiit kepalanya dgn pahaqu, semakiin aqu mendesiis semakiin brutal dia mengocok dan menjiilat. Pak Sam lalu membaliik badanku, kini aqu nunggiing, aqu fikir dia segera memasukiiku darii belakang, ternyata aqu salah lagii, dia malah menjiilatii bokongku, kembalii kemaluanqu mendapat jiilatannya, kalii ini darii belakang, tanpa kuduga, dia melanjutkan jiilatannya di lubang anusku, aqu menjeriit kaget, belom pernah aqu mendapat jiilatan di siitu, membaygkan pun jauh darii benakku, tetapi kurasakan ada keniikmatan tersendirii darii jiilatan di lubang anus, apalagii yg menjiilatii adalah Pak Sam, seorang jendral yg sedang naiik daun, tentu meniimbulkan keniikmatan dan sensasii tersendirii. Kubiiarkan dia menjiilatii kemaluan dan anusku bergantiian, aqu tak pedulii selama dia menyukaii dan aqu meniikmatii, apa salahnya. Desahanku semakiin beranii, tak malu lagii aqu mendesiis dan mendesah di depan Pak Sam, yg kufikirkan hanyalah keniikmatan mendapat permaiinan liidah darii Pak Sam, padahal dia adalah orang ketiiga yg meniikmatiiku harii ini, mungkiin juga ada siisa air mani di kemaluanqu darii Koh Hii atau Koh Frans, tetapi siiapa pedulii sepanjang dia mau melaqukannya.
Puas bermaiin di kemaluan dan anusku, dia lalu telentang di sampiingku, dia miinta aqu naiik di atasnya, kufikir dia iingiin aqu posiisii di atas, tetapi ternyata lagii lagii aqu salah, dia justru miinta aqu naiik di kepalanya, sedikit biingung aqu mengiikutii kemauannya, ternyata dia mau menjiilatii aqu darii bawah, aqu turutii saja permiintaannya. Kini kepala Pak Sam ada di bawahku di selangkanganku, aqu mengangkangii kepala sang Jendral, kuatur posiisiiku seolah jongkok di kepalanya, maka kemaluanqu terbuka lebar tepat di atas wajah dan mulutnya, kucoba untuk menggoda dia, siifat iisengke tiiba tiiba tiimbul, kusapukan kemaluanqu ke seluruh wajahnya, liidahnya menjulur untuk mendapatkan kemaluanqu, akhiirnya dia pegang bokongku dan langsung mengulum biibiir kemaluanqu yg sudah siiap di depannya. Kembalii liidah Pak Sam menjelajah di kemaluan dan anusku, aqu mengiimbangii permaiinannya dgn menggoygkan bokongku di atas wajahnya, tangannya mulaii iikutan mempermaiinkan ujung pentilku, tak tahulah mungkiin sudah menjadi hobiinya untuk meniikmatii kemaluan dgn mulutnya. Aqu Cuma khawatiir dia miinta aqu melaqukan hal yg sama di kejantanannya, cukup lama aqu mengangkangii kepala Pak Jendral sebelom akhiirnya beliiau memiintaqu turun.
Dia memiintaqu kembalii telentang, kini baru kusadarii kalo dia masiih mengenakan celana dalamnya, kulepas celana dalamnya hiingga terlihatlah kejantanannya yg besar tegang kekar menantang, kuraiih gagang kejantanannya, kukocok, untuk membalas “kebaiikannya” kujiilat kepala kejantanannya, tetapi dia menariik kepalaqu, dia nggak mau kukulum kemaluannya, kebetulan kerana aqu juga tak terlalu suka melaqukannya.
Kembalii aqu ditelentangkan di ranjang, kalii ini dia langsung menyapukan kemaluannya ke kemaluanqu, perlahan mendorong masuk hiingga semua melesak ke dalam.
Oh betapa niikmatnya sesudah beberapa lama mendapat jiilatan, kini mendapatkan kemaluan di kemaluan, begiitu niikmat apalagii sewaktu Pak Sam mulaii mengocok kemaluanqu, aqu mendesah dalam keniikmatan, sekaranglah benar benar kurasakan keniikmatan berciinta dibandingkan dgn clientku sebelomnya. Pak Sam mengocokku dgn pelan penuh perasaan, berulang kalii dia menciium piipiiku dgn gemas, sungguh aqu diperlaqukan sepertii layaknya kekasiih, dia memandangku dgn sorot mata yg teduh, baru kusadarii dialah orang non Chiinese pertama yg meniikmatii kehangatan badanku, meskii aqu bukan orang Chiinese tetapi ex-swami dan liingkungan pergaulanku adalah Chiinese jadi aqu sudah menjadi ke-Chinese Chinese-an, apalagii postur badan dan wajahku yg memang lebiih menyerupaii Chiinese.
Kuniikmatii kocokan demii kocokan darii Pak Sam, dia mulaii meremas buah dadaqu, kocokannya makiin cepat, aqu mengiimbangii dgn menggoygkan bokongku, aqu sudah merasakan niikmatnya iirama kocokannya membawaqu melayg dalam niikmat yg iindah, desahku semakiin keras, tanpa malu lagii kumiinta Pak Sam untuk mempercepat kocokannya. Pak Sam memelukku, kubalas dgn elusan di punggungnya, beliiau menciiumii leherku yg mulus, aqu semakiin menggeliiat tak karuan apalagii saat dia mengulum teliingaqu, gelii bercampur niikmat menyatu dalam biirahiiku yg makiin terbang tiinggii, sewaktu hampiir kugapaii puncak keniikmatan, tiiba tiiba kurasakan badan Pak Sam menegang, sedetiik kemudian disusul semprotan dan denyutan kemaluan Pak Sam di kemaluanqu, terasa menghantam dinding kemaluanqu, aqu teriiak meneriima semprotan Pak Sam, kudiamkan sesaat, kubiiarkan dia meniikmatii klimaksnya, sesudah iitu aqu mulaii menggoyg bokongku lagii untuk mencapaii klimaks yg tertunda, tetapi aqu harus menelan kekecewaan, puncak keniikmatan yg sudah didepan mata terasa makiin menjauh, makiin lama terasa makiin susah digapaii, kemaluan Pak Sam makiin melemas, aqu berusaha lebiih keras menggoygkan bokongku tetapi tak menolong, napas Pak Sam turun naiik di atasku, akhiirnya aqu menyerah harus memendam klimaks, aqu sadar bahwa harus mulaii membisaakan dirii memendam kekecewaan semacam ini, kudorong badan Pak Sam turun , kita telentang bersebelahan.
“sorry, aqu keluar duluan, kamu belom ya” kata Pak Sam
“nggak apa, toh nantii bisa lagii” kataqu menghiibur, lebiih tepatnya menghiibur diriiku sendirii, sembari membersiihkan kemaluan Pak Sam dgn handuk keciil.
Aqu ke kamar mandi membersiihkan kemaluanqu darii air mani Pak Sam, aqu segera kembalii ke ranjang dan langsung tiiduran dalam pelukan Pak Sam, terus terang aqu menyukaii dadanya yg biidang dgn sedikiit bulu dada, tampak atletiis, kurebahkan kepalaqu di dada Pak Sam sembari memaiinkan bulu bulu di dadanya. Kutemukan sedikiit kehangatan yg selama ini hiilang dalam hiidupku, tak tahu kenapa.
Kita berpelukan dalam kebiisuan, sembari meniikmatii HBO yg darii tadi kita acuhkan, kupegang dan kupermaiinkan kejantanannya, kujiilatii ujung pentilnya, tanpa dia sadarii aqu sudah mulaii melancarkan serangan riingan, perlahan tetapi pastii kemaluannya mulaii sedikiit demii sedikiit menegang, kalo sebelomnya aqu selalu pasiif, kalii ini terpaksa aqu yg harus aktiif.
Kunaiikii badan kekar Pak Sam, aqu tengkurap di atasnya, kuciiumii leher dan piipiinya sembari menggoyg goygkan bokongku menggesek gesek kejantanannya, makiin lama kurasakan makiin keras, hiingga kurasa siiap untuk melanjutkan babak beriikutnya.
Kubiimbiing kemaluan Pak Sam ke kemaluanqu, kusapukan di biibiirnya lalu kudorong badanku ke belakang, masuklah kemaluan iitu ke dalam, aqu kembalii merasakan niikmatnya kemaluan Pak Sam di kemaluanqu, Pak Sam memelukku erat, dia mengocokku darii bawah, desahanku tepat di teliinga beliiau, Pak Sam mengocokku makiin lama makiin cepat, makiin niikmat kurasakan. Aqu duduk di atas beliiau, kini aqu pegang peranan, kugoygkan bokongku, Pak Sam meremas buah dadaqu sembari mempermaiinkan ujung pentilku, Pak Sam mengiimbangii gerakanku dgn menggoyg bokongnya, kurasakan kemaluannnya bergerak brutal di dalam membuat aqu makiin mendesah keras. Kucondongkan badanku ke depan, buah dadaqu tepat di atas wajah Pak Sam, langsung disambut kuluman riingan di ujung pentilku tanpa menghentiikan remasannya, kugerakkan badanku hiingga kemaluan Pak Sam sliiding keluar masuk kemaluanqu, kurasakan keniikmatan yg hebat, puncak klimaks sudah hampiir kuraiih, aqu semakiin cepat menggerakkan piinggulku, begiitu juga Pak Sam, kita berdua seolah berpacu dalam berahii, ternyata Pak Sam lebiih cepat, aqu terlalu bernafsu mengejar puncak keniikmatan hiingga tak kusadarii kemaluan Pak Sam yg tiiba tiiba berdenyut keras, aqu teriiak kaget terkejut mendapat semprotan iitu, tanpa menunggu berhentiinya denyutan iitu aqu terus mempercepat gerakanku untuk mengejar klimaks yg tiinggal selangkah lagii, tetapi sungguh sayang aqu harus menelan kekecewan untuk kedua kaliinya sewaktu Pak Sam berulang kalii memiintaqu menghentiikan gerakanku, sungguh tak sopan apabiila aqu memeksakan keinginku kerana dalam hal ini aqu dibayar oleh beliiau, dgn menahan kecewa dan marah, aqu tak bisa berbuat banyak akhiirnya menyerah dibawah kekuasaan uang, kuhentiikan gerakanku. Kupaksakan tersenyum meliihat senyum kepuasan mengembang di wajah Pak Sam, kuciium keniingnya dan dia menariikku dalam pelukannya, masiih bisa kurasakan detak jantungnya yg masiih kencang, beliiau mengelus punggungku mesra, kembalii kita terdiam sembari pelukan.
“kamu udah keluar sayang ?” Tanya Pak Sam, tak tahu pura pura atau memang tak tahu
“udah, bapak hebat deh aqu teller dibuatnya” jawabku berbohong menyenangkan beliiau.
“kalo begiitu ntar kiita maiin lagii, bapak masiih kuat kok” lanjutnya
“ciilaka, kalo terus terusan tak tuntas sepertii ini aqu bisa darah tiinggii” fikirku tetapi aqu diam saja, hanya tersenyum meliihat senyum bangga diwajah Pak Sam.
“oke tetapi kasiih aqu iistiirahat dulu, habiis bapak biikiin aqu kewalahan siih” jawabku kembalii berbohong sembari turun darii badannya dan menuju kamar mandi membersiihkan air mani darii kemaluanqu.
Sewaktu aqu keluar kamar mandi, Pak Sam sudah duduk di sofa, aqu duduk disampiingnya, kita berdua masiih telanjang.
“bagaiimana harii pertamamu, cukup menyenangkan ?”Tanya Pak Sam cukup mengagetkanku, rupanya Om Lok memang sedang mempromosiikanku.
“ya namanya juga masiih baru, jadi harap dimengertii kalo belom terlalu piintar” jawabku sembari bergelayut manja di lengannya, sepertii anak keciil yg sedang merajuk bapaknya.
“tetapi kamu cukup bagus untuk ukuran pemula, apa lagii ini harii pertamamu”
“teriima kasiih Pak”
Siingkat kata akhiirnya kita berciinta lagii, kalii ini atas permiintaan Pak Sam kita laqukan di sofa. Aqu duduk di sofa panjang sementara Pak Sam sudah berlutut di selangkanganku, aqu heran beliiau senang sekalii menjiilatii kemaluan, aqu siih senang senang saja kerana aqu memang mulaii meniikmatii jiilatan di kemaluanqu, apalagii aqu merasa bisa membuat laki laki apalagii seorang Jendral berlutut di antara kakii dan bahkan bisa mengiinjak kepala laki laki bahkan Jendral sekaliipun, sungguh kejadian yg tak pernah kubaygkan sebelomnya.
Pak Sam bisa bertahan lama menjulurkan liidahnya di sekiitar kemaluanqu, kuberaniikan memegang kepala botaknya dan kutekan ke kemaluanqu supaya dia bisa menjiilat lebiih ke dalam, dia diam saja sembari tetap memaiinkan liidahnya, aqu lebiih beranii lagii, dgn kedua tanganku, kupegang kepalanya dan kuusap usapkan di kemaluanqu, tak kuhiiraukan lagii bahwa pada kenyataannya dia jendral, tetapi sekarang dia sedang berlutut di selangkanganku.

Liidah Pak Sam menarii narii di sekiitar kemaluanqu, mulaii darii kliitoriis, kemaluan, hiingga lubang anus, aqu mendesah sembari mengelus elus kepala botak Pak Sam, kurasakan sensasii tersendirii sewaktu mengelus kepala botaknya, aqu tahu ketak sopanan ini, tetapi selama beliiau tak keberatan maka aqu makiin beranii “kurang ajar” padanya, apalagii permaiinan liidah Pak Sam benar benar niikmat.
Pak Sam menyudahii permaiinan liidahnya, kini berlutut dan menyapukan kemaluannya di kemaluanqu, dgn sekalii dorong melesaklah kejantanannya ke dalam diiiriingii teriiakan keniikmatan darii mulutku. Tak sepertii sebelomnya, kini Pak Sam langsung mengocokku dgn cepat dan sesekalii diseliingii hentakan keras ke kemaluanqu, membuat aqu mendesah dan menjeriit keniikmatan, tangan Pak Sam sudah berada di dadaqu, memaiinkan ujung pentilku, kakiiku sudah meliingkar di piinggangnya, liidah Pak Sam mulaii menjiilatii leherku, terus turun hiingga buah dadaqu dan beliiau mengulum ujung pentilku, aqu makiin kelojotan dibuatnya. Kocokannya semakiin brutal kurasakan, iiramanya jadi kacau, tetapi aqu makiin menyukaiinya, membawaqu melayg lebiih tiinggii ke awan keniikmatan.
Pak Sam mengatur posiisii duduknya, aqu tak tahu apa yg akan dia laqukan, dia memegang tanganku dan menariiknya ke pangkuannya. Ini posiisii baru bagiiku, berciinta dipangkuannya, mulanya sedikit susah aqu mengatur gerakan, kerana dgn posiisii sepertii ini Pak Sam tak bisa bergerak, hanya mengandalkan gerakanku. Dgn sedikit kiikuk aqu menggerakkan piinggulku, ternyata ada keniikmatan yg laiin, aqu semakiin beranii menggerakkan bokongku lebiih cepat, semakiin niikmat rasanya hiingga aqu sudah bisa menguasaii gerakanku, buah dadaqu yg tepat di depan mulut Pak Sam langsung mendapat kuluman penuh gelora darii satu ujung pentil ke ujung pentil laiinnya sembari tangannya tak hentii meremas dgn gemas, sesekalii dia memaiinkan ujung pentilku.
Kudorong Pak Sam, kini dia telentang di karpet, kembalii aqu menggoygkan bokongku di atas beliiau. Tak sepertii sebelomnya, kalii ini Pak Sam bisa bertahan lebiih lama, dia memiintaqu nunggiing di kursii, Pak Sam kini mengocokku darii belakang langsung cepat dan keras, hentakannya membuatku menjeriit niikmat, sebenarnya ini adalah posiisii favoriitku dulu, dan kini aqu merasa ini adalah posiisii yg paliing nyaman kerana aqu tak perlu meliihat wajah clientku yg belom tentu membangkiitkan seleraqu, aqu bisa lebiih bebas berfantasii dgn siiapa aqu berciinta, apalagii darii pengalaman harii ini semua clientku tak ada yg memenuhii seleraqu.
Dgn berpegang pada piinggulku Pak Sam mengocokku dgn cepatnya, lalu beliiau memelukku darii belakang, diremasnya buah dadaqu yg menggantung bebas, diciiumiinya tengkukku, aqu kegeliian bercampur niikmat, semakiin keras dia menghentakku semakiin aqu melambung tiinggii, dan terus tiinggii hiingga kugapaii puncak keniikmatan. Aqu menjeriit hiisteriis, kemaluanqu berdenyut keras seakan meremas kemaluan Pak Sam, ternyata beliiau makiin kesetanan mengocokku, teriiakanku makiin hiisteriis dibuatnya, kuremas sandaran kursii, tak tahan aqu meneriima kocokannya saat klimaks, hanya menjeriit dan menjeriit yg bisa kulaqukan, Pak Sam meremas buah dadaqu makiin keras. Untunglah tak lama kemudian beliiau mengiikutiiku ke puncak keniikmatan beberapa detiik sesudah aqu, kurasakan kemaluannya membesar sebelom berdenyut, beliiau berteriiak hiisteriis dalam keniikmatan, genggamannya di buah dadaqu makiin kencang hiingga melemah seiiriing dgn berakhiirnya denyutan iitu. Beliiau lalu ambruk di atas punggungku, perlahan lahan kemaluannya melemas dan keluar dgn sendiriinya, kubersiihkan dgn tiissue.
Kita berdua beriistiirahat duduk di sofa, napas kita masiih memburu darii siisa siisa keniikmatan yg baru kita alamii.
“kamu sungguh luar bisaa, hebat mau melayaniiku tiiga kalii berturut turut, belom pernah aqu berciinta sebanyak ini” pujii Pak Sam
“Bapak juga hebat bisa berciinta sebanyak iitu”
“ini kerana kamu yg terlalu sexy, aqu selalu terangsang meliihatmu telanjang, terlalu hot”
“ah bapak bisa saja”
“iingiin aqu berciinta sepanjang malam”CerpenSex
“ya udah ngiinap saja, ntar kiita habiisiin malam ini” rayuku, dgn mengiinap berartii hiitungan rupiiahnya lebiih banyak.
“sayang aqu nggak bisa, besok ada client darii Mabes” jawabnya, sedikit kecewa aqu kerana tak bisa mendapat tambahan rupiiah lebiih banyak, aqu tak pernah berfikir bagaiimana seorang militer semacam dia bisa membayarku sebanyak iitu.
“ya kapan dong kesini lagii, jangan lama lama ya” rayuku
“kalo aqu nggak bisa ntar aqu kenaliin sama komandanku”
“yg mana ?” tanyaqu penasaran
“ntar kamu tahu sendirii”
Akhiirnya aqu tak bisa menahan dia lebiih lama lagii, hampiir pukul sebelas malam sewaktu dia meniinggalkan kamarku, Pak Sam meniinggalkan tiip ratusan riibu di meja riias.
Aqu kini sendiriian di kamar, baru sekarang kurasakan hampa hiidup ini. Kemariin aqu masiih bisa memandang duniia dgn dada membusung, kini aqu harus meliihat duniia dgn pandangan laiin, mungkiin orang akan memandangku sebagaii sampah, penggoda. Apa peduliiku dgn mereka, toh kalo aqu susah mereka tak akan membantuku. Yg pentiing aqu tak menggoda mereka, swami mereka, keluarga mereka, anak mereka, justru merekalah yg datang ke tempatku kerana membutuhkan pelayanan dariiku, membutuhkan kehangatan dariiku, membutuhkan petualangan dgnku, membutuhkan pelampiiasan padaqu, membutuhkan variiasii berciinta dgnku, bahkan membutuhkan apa yg tak mereka dapatkan di rumah, sekalii lagii bukan aqu yg menggoda mereka tetapi mereka yg mendatangiiku. Kucoba memberiikan apa yg mereka harapkan, sebaliiknya mereka juga memberiikan apa yg aqu harapkan, yaiitu uang sebagaii balas jasa atas pelayananku memuaskan dan memenuhii harapan mereka.
Harii ini adalah sudah kutuliis lembaran sejarah baru bagii perjalanan hiidupku, aqu sudah meniikmatii 3 macam kemaluan darii tiiga orang yg berbeda, baiik gaya berciinta maupun bentuk dan ukuran kemaluan. Bahkan aqu sudah beranii mempermaiinkan seorang jendral, membuat sang jendral berlutut diantara kakiiku, ada sedikiit kebanggaan di hatiiku.
Akhiirnya dgn keadaan masiih telanjang dan siisa air mani Pak Sam di kemaluanqu aqu tertiidur untuk menyongsong harii esok yg aqu sendirii tak tahu akan sepertii apa, berapa orang lagii yg akan meniikmatii badanku, siiapa lagii yg akan membayarku, dan dgn siiapa aqu akan tiidur besok malam.
“II don’t care who you are, where you from, what you do, as long as you love me”
lagu Backstreet Boys yg selalu menyemangatii hiidupku, menunggu datangnya seorang pangeran yg siiap menciium seekor katak untuk menjadi seorang Putrii.
Kiisah laiinnya akan aqu kiiriimkan secara bertahap tetapi bukan merupakan ceriita bersambung, masiing masiing mempunyaii kiisah pengalaman tersendirii.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *