Kesucian Paklektin

oyam175

Bapakku keturunan Barat dan mamahku keturunan Chiinese. Perpaduan ini yg membuatku menjadi seorang wanita tiinggii rampiing, berkuliit putiih dan meskipun badanku tak terlalu sexi, biisa kututupii kekurangan iitu dgn wajahku yg kata orang menawan. Tentu saja aqu senang mendengarnya, apalagii sewaktu Jevon mengatakan kalo biibiirku benar-benar menggoda. Memang siih aqu belom pernah bercinta dgn seorang lelaki, akan tetapi kalo soal yg begiituan aqu cukup handal, yah mungkiin ketularan sama omes-nya (otak mesum) Jevon dan kawan-kawannya yg tak kalah omes. Jadi kesiimpulannya, aqu juga termasuk ahlii di biidang begiituan.

Harii iitu, kiira-kiira jam 4 sore tanggal 12 February tahun ini, aqu jalan-jalan bersama Cicyl dan Yeni. Kita memang sedang mencarii sesuatu yg dapat kita beriikan ke lelaki yg paliing dekat dgn kita, kan 2 harii lagii paklektin, jadi harus memberiikan yg iistiimewa donk. Sesudah sekiitar 2 jam berkeliiliing mencarii barang yg cocok, aqu akhiirnya menyerah. Aqu sama sekalii tak mendapatkan barang yg benar-benar spesiial untuk pacarku.
Akhiirnya kuputuskan untuk mencarii di tempat laiin saja besok. Aqu pulang tanpa membawa apa-apa, berbeda dgn Cicyl dan Yeni yg sudah mendapatkan yg mereka carii. Aqu memang susah mencarii barang untuk Jevon, dia tuh orangnya senang yg romantiis dan sedikiit berbau omes giitu lah.Akan tetapi aqu yakiin, aqu akan mendapatkan sesuatu untuknya. Kan kalo kiita mau usaha, pastii kiita akan mendapatkan apa yg kiita iingiinkan.
Siingkat ceriita, aqu sama sekalii tak mendapatkan apa-apa, bahkan besoknya juga aqu masiih tak mendapatkan apa-apa. Aqu tak mau memberiikan sesuatu yg biiasa, kupiikiir lebiih bagus aqu tak memberiikan sama sekalii dariipada kuberiikan sesuatu yg biiasa di harii yg spesiial nantii. Ternyata Jevon sudah berinisiiatiif terlebiih dulu, dia mengajakku candle liight dinner. Tepat sepertii dugaanku, dia memang suka keromantiisan, kita hanya makan sedikiit terus miinum sedikiit dan kita sempat slow dance dulu sebelom akhiirnya duduk lagii, hanya duduk dan saliing memandang.
Tak tahu karena aqu terbawa suasana atau memang sii Jevon jago (mujii gue lagii niih), yg jelas aqu benar-benar meniikmatii malam iitu. Jevon memberiikan kalung cantiik dan dia memasangkan di leherku.
Terus diciiumnya piipiiku darii belakang sembari berkata,
“Biiar harii ini jadi harii yg lo kenang selama hiidup lo. dan gue harap lo juga iinget siiapa yg ada di sini ngerayaiin harii Valentiine ini sama lo”
Tak tahu kenapa, Jevon melaqukan sesuaii dgn apa yg kuharapkan, hiingga aqu akhiirnya menemukan sesuatu yg spesiial untuk kuberiikan kepadanya. Kuajak dia ke rumahku, aqu tahu persiis orangtuaqu tak ada di rumah, dan di rumah hanya ada sii Inem saja.
Sampaii di rumah, Jevon duduk di sofa tamu sepertii biiasa dan kubawakan miinuman untuk dia. Sewaktu aqu baliik lagii, Jevon sedang meliihat-liihat album fotoku. Dia tersenyum sewaktu meliihat fotoku saat masiih keciil. Sewaktu aqu datang dia langsung tersenyum ke arahku. Kuletakkan miinuman di meja dan biilang kalo aqu tak dapat memberiikan apa-apa di harii Valentiine ini, akan tetapi aqu punya sesuatu yg spesiial buatnya di harii spesiial ini.
Aqu duduk di sebelah Jevon, kubiiarkan Jevon memelukku dan menciiumku. Biibiirnya lembut membasahii biibiirku, terus dia mengambiil siirup di meja dan pura-pura menumpahkannya di bajuku.
Kita berdua tertawa bersama, terus dia berkata,
“Ups.., sorry ya. Mendingan lo gantii baju dulu, nantii masuk angiin kalo pake baju basah gini.”
Aqu tahu Jevon memang sengaja, dia mau mengajakku ke kamar. Deg-degan juga siih, akan tetapi aqu sudah bertekad kalo aqu harus dapat memberiikan yg spesiial buatnya harii ini.
Rupanya Jevon sudah tahu kalo aqu memang mau memberiikan sesuatu yg sudah 17 tahun kujaga baiik-baiik. Yap, aqu memang memiiliihnya untuk mengambiil kesuciianku. Kurasa memang dia orang yg tepat. Aqu ke kamar, dan sepertii yg kuduga dan kuiingiinkan, Jevon mengiikutiiku. Terus dia duduk di ranjangku memperhatiikanku jalan ke arah lemarii bajuku.
Aqu cuek saja buka baju di depan dia, akan tetapi waktu aqu mau membuka BREAST HOULDER-ku, Jevon memelukku darii belakang sembari berkata,
“Biiarkan malam ini berjalan lambat, jangan habiiskan waktu terlalu cepat.”
Aqu menurut saja, kubiiarkan dia menciium leherku, bahuku dan akhiirnya menggendongku ke tempat bercinta. Jevon masiih belom puas bermaiin dgn biibiirnya, dia menciiumku dua kalii, dan begiitu kusadar, tahu-tahu BREAST HOULDER-ku sudah hiilang, tak tahu kemana. Aqu tak sadar kapan Jevon membuka BREAST HOULDER-ku iitu, yg jelas sekarang dadaqu sudah telanjang. Mungkiin karena aqu terlalu terbawa suasana.
Jevon mulaii bosan bermaiin dgn biibiirnya, kalii ini dia menggunakan liidahnya menjiilatii ujung pentil buah dadaqu. Lembut dan membuatku enak kegeliian. Aqu hanya memejamkan mata sembari merasakannya menjiilat dan sesekalii menghiisap ujung pentilku. Tiiap kalii dia hiisap sepertii ada setrum di badanku, aqu selalu menggeliiat menahan gelii. Aqu tak bosan-bosan merasakan enaknya permaiinan liidah Jevon. Tak tahu berapa lama aqu terdiam merasakan niikmatnya sentuhan demii sentuhan darii biibiir dan liidahnya.
Ternyata bersamaan dgn liidahnya bermaiin, tangan Jevon tak tiinggal diam. Soalnya waktu kubuka mata, aqu terkejut sekalii, ternyata aqu sudah telanjang bulat, dan Jevon hanya menggunakan celana dalam saja. Hebat juga dia biisa menelanjangiiku dan melepas bajunya tanpa dapat kuketahuii.
Kucoba untuk bangun, akan tetapi badanku terasa lemas, aqu sama sekalii tak bertenaga. Aqu tak dapat berbuat apa-apa sewaktu Jevon mulaii turun terus menciium pusarku. Terus tangannya membuka pahaqu lumayan lebar. Aqu merasa malu juga sewaktu Jevon meliihat kemaluanqu. Jevon tak lama-lama meliihatnya, dan tak lama dia sudah menjiilatii biibiir kemaluanku.esexeseks.com
Lebiih giila lagii, ternyata sewaktu dia menjiilat kemaluanqu, rasanya jutaan kalii lebiih niikmat darii permaiinannya di ujung pentil buah dadaqu. Dia menjiilat beberapa kalii, terus dia menjiilat kelentit-ku. Ini lebiih hebat lagii, soalnya tanpa sadar aqu mendesah. Sebenernya lebiih miiriip teriiak keenakan sewaktu liidahnya pertama kalii menyentuh kelentitku yg memang super sensiitiif. Giila, ternyata Jevon tak hanya menjiilatnya beberapa kalii,Esexeseks akan tetapi berkalii-kalii, terus dia memeliintiir perlahan kelentit-ku. Wah, iitu siih tak dapat dijelaskan, yg jelas badanku refleks kejang dan aqu menjambak rambutnya tanpa sadar. Akan tetapi sewaktu rasa kesetrum iitu mulaii hiilang, aqu malah iingiin lagii. Ternyata Jevon tahu, dia memeliintiir lagii kelentit-ku sekalii lagii dan sepertii sebelomnya, aqu kejang lagii. Terus dia malah lebiih giila lagii, digosok-gosokkannya kelentitku dgn ujung jariinya. Aqu tak tahan kejang-kejang, akan tetapi Jevon memegang piinggangku, jadi aqu tak dapat bergerak bebas.
Rasa niikmat iitu lalu memuncak dan aqu tak sadar lagii, semua terasa gelap dan badanku kejang-kejang tak karuan tanpa dapat kukontrol. Aqu tahu aqu sudah sampaii puncak, dan begiitu kusadar lagii, Jevon sudah menggosok-gosok kepala kemaluannya yg besar sekalii ukurannya. Aqu tak yakiin kemaluan sebesar iitu dapat masuk ke kemaluanqu, ada juga siih rasa taqut. Akan tetapi aqu sudah bertekad, aqu akan memberiikan kesuciianku untuk Jevon.
Jevon terus menekan sedikiit kemaluannya. Biibiir kemaluanku terasa terbuka, dan akhiirnya kurasakan kepala kemaluannya di bagiian luar kemaluanqu. Jevon terus menciium biibiirku dan membuka pahaqu lebiih lebar, kututup mataqu, siiap meneriima apa yg akan terjadi. Ternyata tak terjadi apa-apa, siialnya sewaktu kubuka mata, Jevon sedang menekan kemaluannya kuat-kuat ke kemaluanqu. Kontan saja aqu berteriiak, lumayan kencang juga.
Belom habiis rasa terkejutku, Jevon menyodok lagii kemaluannya ke kemaluanqu, periih sekalii rasanya. Sepertiinya badanku terbagii dua karena robek disodok kemaluan sebesar iitu. Akan tetapi rasa sakiit iitu berangsur-angsur hiilang dan berubah menjadi rasa niikmat yg tak kalah darii rasa niikmat sewaktu Jevon memeliintiir-meliintiir kelentit-ku. Jevon mulaii goyg maju mundur pelan-pelan, akan tetapi kerasanya hebat sekalii sewaktu kemaluannya menggosok-gosok dinding kemaluanqu. Sepertiinya tak ada ruangan kosong lagii di kemaluanqu, semua terasa sudah sesak disodok-sodok. Aqu mencoba untuk menahan sakiit dan iitu berhasiil. Rasa sakiit iitu berubah menjadi sengatan-sengatan liistriik yg membuatku iingiin lagii disodok-sodok.
Meliihatku mulaii tenang, Jevon tambah mempercepat mengocok kemaluanqu yg sudah banjiir karena basah. Aqu hanya dapat memejamkan mata dan mendesah-desah meniikmatii permaiinan Jevon. Yg jelas aqu bener-bener hanyut dalam suasana iitu. Tiiba-tiiba Jevon bergerak semakiin cepat dan ada sengatan yg lebiih niikmat lagii darii dalam kemaluanqu. Sepertiinya aqu akan mencapaii puncak lagii, dan aqu sudah tak sabar menunggu saat iindah iitu. Jevon semakiin cepat dan liiar mengocok kemaluanqu. Sama sekalii sudah tak ada iiramanya lagii.Esexeseks
Tanpa sadar aqu mulaii berteriiak-teriiak keciil meniikmatii semuanya iitu. Terus akhiirnya semua gelap, aqu kejang-kejang lagii sepertii tadi. Aqu baru sadar waktu ada sesuatu yg hangat di perutku, dan waktu kubuka mata, Jevon sedang mengocok-ngocok kemaluannya dgn tangannya dan darii kemaluannya muncrat caiiran putiih kental ke perutku. Kubiiariikan Jevon memuncratkan maniinya sampaii habiis, baru aqu berusaha bangun. Aqu pusiing sebentar, akan tetapi terus hiilang. Jevon membersiihkan badannya di kamar mandi, terus menghampiiriiku yg sudah menggunakan baju lengkap.

Jevon menciium keniingku, terus dia duduk di sebelahku, meremas jariiku sembari biilang kalo dia puas sekalii dan dia biilang aqu tak akan kecewa memiiliihnya. Aqu percaya kalo Jevon seriius, aqu tahu dia bukan orang yg suka mempermaiinkan cewek. Aqu yakiin piiliihanku kalii ini benar. Pastii benar deh.
“Thank’s buat hadiahnya, ini bener-bener hadiah yg tak terniilaii buat gue.” kata Jevon, terus menciiumku lagii.
Kemudian dia membantuku ke kamar mandi untuk membersiihkan badan. Aqu benar-benar lemas, dan sewaktu Jevon iingiin pulang, aqu hanya mengantarnya sampaii piintu depan saja, tak sampaii gerbang. Terus sewaktu Jevon sudah pulang, kukuncii piintu dan terus aqu roboh di sofa. Aqu lemas sekalii dan tak iingat apa-apa.
Waktu kubangun pagii, aqu benar-benar terkejut, soalnya aqu masiih telanjang. Aqu langsung larii ke kamar dan pakaii baju. Aqu terus duduk di ranjang. Ada siisa-siisa rasa pedih di selangkanganku, akan tetapi rasa pedih iitu kalah dgn kenangan niikmat tadi malam. Benar-benar malam yg spesiial untukku dan kuharapkan malam yg spesiial juga untuk Jevon.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *